Kamis, 19 Desember 2013

PENYAKIT DIARE (Ifa)



PENYAKIT DIARE
Pengertian Diare
Diare adalah Buang Air Besar (defekasi) dengan tinja berbentuk cair atau setengah cair (setengah padat), kandungan air tinja lebih banyak dari biasanya lebih dari 200 gram atau 200ml/24jam. Definisi lain memakai criteria frekuensi, yaitu buang air besar encer lebih dari 3 kali/hari. Buang air besar encer tersebut dapat disertai lender dan darah. 
Menurut WHO (1990) diare adalah buang air besar encer atau cair lebih darui tiga kali sehari. Diare akut adalah diare yang yang awalnya mendadak dan berlangsung singkat, dalam beberapa jam atau hari.
Orang yang mengalami diare akan kehilangan cairan tubuh sehingga menyebabkan  dehidrasi tubuh. Hal ini membuat tubuh tidak dapat berfungsi dengan baik dan dapat membahayakan jiwa, khususnya pada anak dan orang tua.
Tanda-tanda orang dehidrasi antara lain:
  1. Penderita sangat kehausan
  2. Mulut dan lidah kering,mata cekung
  3. Waktu kulit dipijit, lipatan kulit perlahan – lahan akan kembali seperti semula.
  4. Denyut nadi sangat cepat pada seorang anak yang kurang dari 18 bulan , terlihat adanya noktah lembut pada puncak kepala yang cekung ke bawah(yakni bagian ubun-ubun )
  Jenis Jenis Diare
1.Diare Akut
Adalah diare yang disebabkan oleh virus rota virus yang ditandai buang air besar lembek/cair bahkan berupa air saja frekuensi 3x atau lebih dalam sehari berlangsung dari 14 hari.
Patogenesis diare akut yaitu masuk nya jasad renik yang masih hidup kedalam usus halus setelah melewati rintangan asam lambung.jasad renik itu berkembang biak didalam usus halus
.kemudian jasad renik mengeluarkan toksik. Akibat toksin tersebut terjadi hipersekresi yang selanjutnya akan menimbulkan diare.
2.Diare Bermasalah
Adalah diare yang disebabkan oleh infeksi virus , bakteri, parasit, intoleransi laktosa, alergi protein, susu sapi,penularan secara fecal-oral kontak dari orang ke orang atau kontak orang dengan alat rumah tangga. Diare ini diawali dengan cair kemudian pada hari berikutnya muncul darah eengan maupun tampa lendi,sakit perut yang di ikuti muncul tenasmus panas disertai hilang nafsu makan dan badan terasa lemah.
3.Diare Persisten
Adalah diare akut yang menetap, dimana titik sentral patogenesis diare tersebut adalah kerusakan mukosa usus.diare persisten ini merupakan istilah yang dipakai di lur negri yang menyatakan diare yang berlangsung 15-30 hari dan berlangsung terus menerus.
Penyebab diare ini sama dengan diare akut. Sebagai akibat diare akut maupun diare bermasalah akan terjadi kehilangan air dan elektrolit (dehidrasi) yang mengakibatkan terjadinya gangguan keseimbangan asam basa(asidosis,metabolic,hipokalemi,dan sebagainya),gangguan gizi akibat kelaparan.(masukan makanan kurang,pengeluaranbertambah),hipoglikemia,gangguan sirkulasi darah.
  Etiologi diare
1.infeksi bakteri
Beberapa jenis bakteri dapat termakan melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi dan menyebabkan diare seperti campylobacter, salmonella shigella dan Escherichia coli.
2. Infeksi Virus
Virus yang menyebabkan diare yaitu rota virus,Norwalk,cytomegalovirus, virus herpes simplex dan virus hepatitis.
3. Intoleransi Makanan
factor makanan misalnya makanan basi, beracun,atau alergi terhadap makanan.penularan melalui kontak dengan tinja yang terinfeksi secara langsung,seperti:
  • makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi,baik yang sudah dicemari oleh serangga atau terkontaminasi oleh tangan yang kotor.
  • Penggunaan sumber air yang sudah tercemar dan tidak memasak air dengan benar.
  • Tidak mencuci tangan dengan bersih setelah buang air besar.
4. Parasit
Masuk dalam tubuh melalui makanan minuman yang kotor dan menetap dalam system pencernaan seperti giardia lamblia, entamoeba histolytica dan cryptosporidium.
5. Reaksi Obat
Seperti antibiotic, obat-obatan, tekanan darah dan antasida mengandung magnesium.


6. Penyakit Inflamasi
Penyakit inflamasi usus atau penyakit abdominalis gangguan fungsi usus seperti sindroma iritasi usus  dimana usus tidak dapat bekerja secara normal.
 Patofisiologi Diare
Mekanisme dasar yang menyebabkan timbulnya diare adalah:`
a)      Gangguan Osmotic
Akibat terdapatnya makanan atau zat yang tidak dapat diserap akan menyebabkan tekanan osmotic meninggi, sehingga terjadi pergeseran air dan elektrolit kedalam rongga usus yang berlebihan ini akan merangsang usus untuk mengeluarkannya sehingga timbul diare.
b)     Gangguan Sekresi
Akibat rangsangan tertentu (misalnya toksin) pada dinnding usus akan terjadi peningkatan sekresi   air dan elektrolit kedalam rongga usus dan selanjutnya diare timbul karena terdapat peningkatan isi rongga usus

c)      Gangguan Motalitas Usus
hiperperistaltik akan mengakibatkan berkurang nya kesempatan usus untuk menyerap makanan \,sehingga timbul diare,sebaliknya jika peristaltik menurun akan mengakibatkan bakteri tumbuh berlebihan yang selanjutnya akan menimbulkan diare.

 Gejala Klinik Diare
Mula-mula bayi atau anak menjadi cengeng ,gelisah, suhu badan mungkin meningkat, nafsu makan berkurang atau tidak ada kemudian timbul diare.tinja makin cair,mungkin mengandung darah atau lendir, warna tinja berubah menjadi kehijau hijauan karena tercampur empedu. Karena seringnya defekasi, anus dan sekitar nya lecet karena tinja makin lama menjadi asam akibat banyaknya asam laktat,yang terjadi dari pemecahan laktosa yang tidak dapat diabsorpsi oleh usus.
Gejala muntah dapat terjadi sebelum atau sesudah diare. Bila penderita telah banyak kehilangan air dan elektrolit terjadialh gejala dehidras.berat badan turun,pada bayi ubun-ubun cekung, tonus dan turgor kulit berkurang selaput lendir mulut dan bibir terlihat kering.
 Faktor Terjadinya Diare
Setelah melakukan observasi didesa x,adapun factor-faktor yang mempengaruhi penyakit diare antara lain:
  1. kebiasaan prilaku
  2. sanitasi lingkungan
  3. status social ekonomi
  4. status gizi

   Cara Terjadinya Diare
    • Diare dapat ditularkan melalui tinja yang mengandung kuman penyebab diare
    • Tinja tersebut dikeluarkan oleh orang sakit atau pembawa kuman yang buang air besar disembarang tempat.
    • Tinja tadi mencemari lingkungan misalnya tanah,sungai, air sumur.
    • Orang sehat yang menggunakan air sumur atau air sungai yang sudah tercemari kemudian menderita diare.
 Penularan
  • Kontak langsung dengan penderita
  • Makanan yang tercemar
  • Air minum yang tercemar
  Pencegahan Diare
  • Mencuci tangan pakai sabun dengan benar pada lima waktu penting :1)sebelum makan, 2)setelah buang air besar, 3)sebelum memegang makanan, 4)setelah menceboki anak dan 5)sebelum menyiapkan makanan.
  • Meminum air minum sehat,atau air yang telah diolah, antara lain dengan cara merebus, pemanasan dengan sinar matahari atau proses klorinasi.
  • Pengolahan sampah yang baik supaya makanan tidak tercemar serangga (lalat, kecoa, kutu, lipas dan lain-lain)
  • Membuang air besar dan air kecil pada tempat nya, sebaik nya menggunakan jamban dengan tangki septic.
  • Bayi yang minum susu botol lebih mudah diserang diare dari pada bayi yang disusui ibunya, tetaplah anak disusui walaupun anak menderita diare.
  • Perhatikan kebersihan dan gizi yang seimbang.
  • Imunisasi campak.
  Penatalaksanaan Diare
Penanggulangan kekurangan cairan merupakan tindakan pertama dalam mengatasi seseorang diare. Hal sederhana seperti meminumkan banyak air putih atau oral rehidration solution (ORS) Seperti oralit harus cepat dilakukan. Pemberian ini segera apabila gejala diare sudah mulai timbul dan kita dapat melakukan nya sendiri dirumah . kesalahan yang sering terjadi adalah pemberian ORS baru dilakukan setelah gejala dehidrasi nampak.
Pada penderita diare yang disertai muntah, pemberian larutan elektrolit secara intravena merupakan pilihan utama untuk mengganti cairan tubuh , atau dengan kata lain perlu diinfus. Masalah dapat timbul karena ada sebagian masyarakat yang enggan untuk merawat-inapkan penderita, dengan berbagai alas an, mulai dari biaya, kesulitan dalam menjaga, takut bertambah parah setelah masuk rumah sakit dan lain-lain.pertimbangan yang banyak ini menyebabkan respon time untuk mengatasi masalah diare semakin lama ,dan semakin cepat penurunan kondisi pasien kearah yang fatal.
Diare karena virus biasanya tidak memerlukan pengobatan lain selain ORS . apabila kondisi stabil, maka pasien dapat sembuh sebab infeksi virus penyebab diare dapat di atasi sendiri ole tubuh (self-limited disease).
Diare karena infeksi bakteri dan parasit seperti salmonella sp,giardia lamblia., entamoeba coli perlu mendapat terapi antibiotic yang rasional, artinya antibiotik yang diberikan dapat membasmi kuman.oleh karena penyebab diare terbanyak adalah virus yang tidak memerlukan antibiotic, maka pengenalan gejala dan pemeriksaan laboratorium perlu dilakukan untuk menentukan penyebab pasti. Pada kasus diare akut dan parah pengobatan suportif didahulukan dan terkadang tidak membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut kalau kondisi sudah membaik.
Metode pembuatan Larutan Gula Garam (LGG) :
Cucilah tangan dengan menggunakan air dan sabun,masukan kedalam botol yang bersih:
  1. Seujung sendok garam dapur
  2. Empat sendok the gula
  3. Setengah liter air mendidih yang sudah didinginkan dan bersih.
Kocoklah botol dengan baik untuk melarutkan garam dan gula.

Metode pembuatan larutan rehidrasi
  1. Cucilah tangan dengan baik
  2. ambilah satu liter air minum bersih dan masukkan kedalam botol. Yang baik adalah mendidihkan air kemudian mendinginkanya,tetapi bila ini tidak memungkinkannya,gunakan air paling bersih yang tersedia. Gunakan botol apapun yang dapat diperoleh asalkan bersih.
  3. Tuangkan serbuk oralit dan campur kan dengan air lalu larutkan secara baik hingga serbuk itu bercampur.
Minumkan larutan rehidrasi ini pada penderita secara teru menerus sesering mungkin (setidaknya 1 liter selama 24 jam hingga diare berhenti).larutan rehidrasi segar setiap hari harus dicampur dalam sebuah botol.larutan yang bersal (sisa) dari hari kemarin harus dibuang.

Nama : Ifa Ismawati
No. Abs : 13
Kelas : 12 Keperawatan A

PENYAKIT DIABETES MELLITUS (Yane)




PENYAKIT DIABETES MELLITUS
A.   Definisi Diabetes Mellitus
Diabetes adalah kata Yunani yang berarti mengalirkan/ mengalihkan (siphon). Mellitus adalah kata Latin untuk madu, atau gula. Diabetes mellitus adalah penyakit di mana seseorang mengeluarkan/mengalirkan sejumlah besar urin yang terasa manis.
Diabetes mellitus adalah penyakit yang disebabkan oleh kelainan hormon yang mengakibatkan sel-sel dalam tubuh tidak dapat menyerap glukosa dari darah. Penyakit ini timbul ketika di dalam darah tidak terdapat cukup insulin atau ketika sel-sel tubuh kita dapat bereaksi normal terhadap insulin dalam darah.

B.     Tipe Diabetes Mellitus
Terdapat tiga macam tipe diabetes mellitus, yaitu:
1.      Diabetes Mellitus Tipe I
Diabetes mellitus tipe I adalah penyakit hiperglikemia akibat ketiadaan absolute insulin. Penyakit ini disebut diabetes mellitus dependen insulin (DMDI). Pengidap penyakit ini harus mendapatkan insulin pengganti. Diabetes tipe I biasanya dijumpai pada orang yang tidak gemuk berusia kurang dari 30 tahun, dengan perbandingan laki-laki sedikit lebih banyak daripada wanita. Karena insidens diabetes tipe I memuncak pada usia remaja dini, maka dahulu bentuk ini disebu sebagai diabetes juvenile. Namun, diabetes tipe I dapat timbul pada segala usia.
2.      Diabetes Mellitus Tipe II
Diabetes mellitus tipe II adalah penyakit hiperglikemia akibat insensitivitas sel terhadap insulin. Kadar insulin mungkin sedikit menurun atau berada dalam rentang normal. Karena insulin tetap dihasilkan oleh sel-sel beta pancreas, maka diabetes mellitus tipe II dianggap sebagai noninsulin dependent diabetes mellitus (NIDDM). Diabetes mellitus tipe II biasanya timbul pada orang yang berusia lebih dari 30 tahun, dan dahulu disebut sebagai diabetes awitan dewasa. Pasien wanita lebih banyak daripada pria.
3.      Diabetes Gestasional
Diabetes gestasiional terjadi pada wanita hamil yang sebelumnya tidak mengidap diabetes. Sekitar 50% wanita pengidap kelainan ini akan kembali ke status nondiabetes setelah kehamilan berakhir. Namun, risiko mengalami diabetes tipe II pada waktu mendatang lebih besar daripada normal.




C.    Etiologi
1.      Etiologi Diabetes Mellitus Tipe I
Diabetes tipe I diperkirakan timbul akibat destruksi otoimun sel-sel beta pulau Langerhans yang dicetuskan oleh lingkungan. Serangan otoimun dapat timbul setelah infeksi virus misalnya gondongan (mumps), rubella, sitomegalovirus kronik, atau setelah pajanan obat atau toksin (misalnya golongan nutrosamin yang terdapat pada daging yang diawetkan.
2.      Etiologi Diabetes Mellitus Tipe II
Diabetes mellitus tipe II tampaknya berkaitan dengan kegemukan. Selain itu, pengaruh geneti, yang menentukan kemungkinan seseorang mengidap penyakit ini, cukup kuat. Diperkirakan bahwa terdapat suatu sifat genetik yang belum teridentifikasi yang menyebabkan pancreas mengeluarkan insulin yang berbeda, atau menyebabkan reseptor insulin atau perantara kedua tidak dapat berespons secara adekuat terhadap insulin. Juga mungkin terdapat kaitan genetic antara kegemukan dan tangsangan berkepanjangan reseptor-reseptor insulin. Rangsangan berkepanjangan atas reseptor-reseptor tersebut dapat menyebabkan penurunan jumlah reseptor insulin yang terdapat di sel-sel. Hal ini disebut downregulation.


3.      Etiologi Diabetes Gestasional
Penyebab diabetes gestasional dianggap berkaitan dengan peningkatan kebutuhan energi dan kadar estrogen dan hormone pertumbuhan yang terus menerus tinggi selama kehamilan. Hormon pertumbuhan dan estrogen merangsang pengeluaran insulin dan dapat menyebabkan gambaran sekresi berlebihan insulin seperti diabetes tipe II yang akhirnya menyebabkan penurunan responsivitas sel. Hormon pertumbuhan memiliki beberapa efek anti-insulin, misalnya perangsangan glikogenolisis (penguraian glikogen) dan penguraian jaringan lemak. Semua faktor ini mungkin berperan menimbulkan hiperglikemia pada diabetes gestasional. Wanita yang mengidap diabetes gestasional mungkin sudah memiliki gangguan subklinis pengontrolan glukosa bahkan sebelum diabetesnya muncul.

D.    Gejala Diabetes Mellitus
Gejala awal diabetes adalah penderita merasa lemas, tidak bertenaga, ingin makanan yang manis, sering buang air kecil, dan mudah sekali merasa haus. Dan setelah jangka panjang tanpa perawatan memadai, dapat memicu berbagai komplikasi kronis, seperti:
-       Gangguan pada mata dengan potensi berakibat pada kebutaan
-       Gangguan pada ginjal hingga berakibat pada gagal ginjal
-       Gangguan pada jardiovaskula, disertai lesi membrane basalis yang dapat diketahui dengan pemeriksaan menggunakan mikroskop elektron
-       Gangguan pada sistem saraf hingga disfungsi autonom, foot ulcer, amputasi, charcit joint, dan disfungsi seksual.
Dan gejala lain seperti dehidrasi, ketoasidosis, ketonuria, dan hiperosmolar nonketotik yang dapat berakibat pada stupor dan koma. Kata diabetes mellitus itu sendiri mengacu pada simtoma yang disebut glikosuria, atau kencing manis, yang terjadi jika tidak segera mendapatkan perawatan.

E.     Pengobatan
Tujuan pengobatan diabetes mellitus adalah secara konsisten menormalkan kadar glukosa darah dengan variasi minimum. Penelitian-penelitian erakhir mengisyaratkan bahwa mempertahankan glukosa darah senormal dan sesering mungkin dapat mengurangi angka kesakitan dan kematian. Tujuan ini dicapai melalui berbagai cara, yang masing-masing disesuaikan secara individual.
1.      Insulin: pengidap diabetes tipe I memerlukan terapi insulin. Tersedia berbagai jenis insulin dengan asal dan kemurnian yang berbeda-beda.insulin juga berbeda-beda dalam aspek saat awitan kerja, waktu puncak kerja, dan lama kerja. .pengidap diabetes tipe II, walaupun dianggap tidak bergantung insulin, juga dapat memperoleh manfaat dari terapi insulin. Pada pengidap diabetes tipe II, mungkin terjadi defisiensi pelepasan insulin atau insulin yang dihasilkan kurang efektif karena mengalami sedikit perubahan.
2.      Pendidikan dan kepatuhan terhadap diet: adalah komponen penting lain pada pengobatan diabetes tipe I dan II. Rencana diet diabetes dihitung secara individual bergantung pada kebutuhan pertumbuhan, rencana penurunan berat (biasanya untuk pasien diabetes tipe II), dan tingkat aktivitas. Distribusi kalori biasanya 50-60% dari karbohidrat kompleks, 20% dari protein, dan 30% dari lemak. Diet juga mencakup serat, vitamin, dan mineral. Sebagian penderita diabetes tipe II mengalami pemulihan kadar glukosa darah mendekati normal hanya dengan intervensi diet karena adanya peran faktor kegemukan.
3.      Program Olahraga: terutama untuk pengidap diabetes tipe II, adalah intervensi terapetik ketiga untuk diabetes mellitus. Olahraga, digabung dengan pembatasan diet, akan mendorong penurunan berat dan dapat meningkatkan kepekaan insulin. Untuk kedua tipe diabetes, olahraga terbukti dapat meningkatkan pemakaian glukosa oleh sel sehingga kadar glukosa darah turun. Olahraga juga dapat meningkatkan kepekaan sel terhadap insulin.
F.     Komplikasi Akut
1.    Ketoasidosis Diabetes, adalah suatu komplikasi akut yang hampir selalu dijumpai pada pengidap diabetes tipe I. kelainan inni ditandai oleh perburukan dastis semua gejala diabetes. Ketoasidosis dapat timbul setelah stress fisik misalnya kehamilan atau penyakit akut atau trauma. Individu dengan ketoasidosis diabetes sering mengalami mual dan nyeri abdomen. Dapat tibmul muntah-muntah, yang memperparah dehidrasi ekstrasel dan ibtrasel. Kadar kalium tubuh total turun akibat poliura berkepanjangan dan muntah-muntah.
2.    Efek Somogyi, ditandai oleh penuruna  unit kadar glukosa darah pada malam hari, diikuti oleh penigkatan rebound pada paginya. Penyebab hipoglikemia malam hari kemungkinan besar berkaitan dengan penyuntikan insulin di sore harinya. Pengobatan untuk efek fomogyi ditujukan untuk memanipulasi penyuntikan insulin sore hari sedemikian sehingga tidak menimbulkan hipoglikemia. Intervensi diet juga dapat mengurangi efek somogyi.
3.    Fenomena Fajar (dawn phenomenon), adalah hiperglikemia pada pagi hari (antara jam 5 dan 9) yang tampaknya disebabkan oleh peningkatan sikadian kadar glukosa pada pagi hari. Fenomena ini dapat dijumpai pada pengidap diabetes tipe I dan tipe II.

Nama : Yane Kurniasih
No. Abs : 26
Kelas : 12 Keperawatan A